Oleh Tatang Haerul Anwar (Guru MTsN 1 Kuningan)
Keadaan Bangsa Arab dan Bangsa Lainnya
Wahai Anakku, tahukah kalian bagaimana keadaan Negeri Arab sebelum diutusnya Nabi Muhammad saw.? Pada waktu itu, Negeri Arab terdiri atas beberapa kabilah atau suku bangsa serta golongan masyarakat. Sebelum Nabi Muhammad saw. diutus menjadi rasul, mereka hidup saling bermusuhan, saling berperang, dan saling membunuh. Orang-orang kuat menindas orang-orang lemah, orang-orang kaya sangat sombong dan jahat terhadap orang-orang miskin.
Padahal Allah Swt. memerintahkan kepada manusia untuk saling berkasih-sayang, berbuat baik terhadap sesama, serta saling menolong, tentu dalam kebaikan dan ketakwaan bukan dalam berbuat dosa dan permusuhan. Hal ini sesuai firman-Nya dalam QS Al-Maidah ayat 2, yakni, “Dan tolong–menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksanya.”.
Pada masa itu, bangsa-bangsa Arab juga beribadah dan menyembah kepada patung, berhala, batu, kayu, pohon, kuburan, api, matahari, bulan, bintang, air, binatang, serta sesembahan lain selain Allah Swt.. Sementara itu, dalam sebuah hadis, penjelasan Ja’far r.a. kepada Raja Najasyi menunjukkan bahwa sebelum diutus seorang rasul, mereka melaksanakan perbuatan-perbuatan ahli jahiliah. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut, “Wahai Raja, kami sebelum itu adalah kaum ahli jahiliah. Kami menyembah patung, memakan bangkai, melaksanakan semua kejelekan, baik perkataan maupun perbuatan, memutus tali silaturahmi, jahat terhadap tetangga, yang kuat di antara kami memakan yang lemah, dan kami terus-menerus seperti itu sehingga Allah mengutus kepada kami seorang rasul.”.
Wahai anakku, manusia dilarang menyembah kepada selain Allah sebab yang mereka sembah itu adalah makhluk ciptaan Allah yang tidak patut untuk disembah sedangkan yang berhak untuk disembah hanyalah Allah Yang Maha Esa, Mahakuasa, Maha Pencipta alam semesta, Maha Menghidupkan serta Maha Mematikan kita, dan Yang Maha Membangkitkan manusia dari alam kuburnya. Dialah Allah Swt., satu-satunya Rabb Yang Maha Pemberi Rezeki dan kenikmatan kepada kita. Apabila kita sakit maka Dia-lah yang menyembuhkan kita. Seperti halnya dalam firman-Nya, yakni “Tuhan yang telah menciptakanku, Dialah yang menunjukki aku. Dan tuhanku memberi makan dan minum kepadaku. Dan apabila aku sakit, dialah yang menyembuhkanku.” (QS Asy-Syu’ara ayat 78-80).
Allah Mahakaya yang semua makhluk sangat membutuhkan-Nya sedangkan Dia tidak membutuhkan makhluk-Nya sedikit pun. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. berikut, “Dan Musa berkata, ‘jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.” (QS Ibrahim ayat 8). Bahkan ada pula firman Allah yang berbunyi, “Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu.” (QS Az-Zumar ayat 7).
Oleh karena itu, perbanyaklah kita memohon karunia-Nya dan keselamatan dari-Nya. Cintailah Allah dan rasul-Nya serta taatilah keduanya dengan melaksanakan ajaran agama Islam ini dengan sebenar-benarnya agar kita selamat dan bahagia di dunia dan di akhirat. Baarakallaahu fiikum.***
