Oleh Tatang Haerul Anwar (Guru MTsN 1 Kuningan)
Berbicara mengenai risalah Islam berarti berbicara mengenai risalah Nabi Muhammad saw.. Risalah sendiri secara bahasa adalah karangan ringkas mengenai suatu masalah dalam ilmu pengetahuan. Jadi, risalah Nabi Muhammad saw. dapat diartikan sebagai suatu kisah mengenai perjalanan hidup dan dakwah Rasulullah saw. dalam mensyiarkan syariat Islam.
Tentunya, keberadaan Rasulullah saw. harus kita imani dengan teguh. Apapun yang diperintahkannya harus kita taati, sedangkan apapun yang dilarangnya harus kita jauhi. Hal itu sebagai tanda bukti cinta kita kepada Allah Swt. dan Rasulullah saw.. Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an, surat Ali Imran ayat 31, yakni “Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”.
Berdasarkan ayat tersebut, dapat diketahui bahwa barang siapa yang mengikuti Rasulullah saw. berarti ia mencintai Allah Swt. dan barang siapa yang mendurhakai Rasulullah saw. berarti ia mendurhakai Allah Swt.. Sementara orang-orang yang mendurhakai Allah Swt. pasti akan disiksa kecuali jika ia bertobat. Rasulullah saw. pun bersabda, “Barang siapa yang durhaka kepadaku berarti ia durhaka kepada Allah.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).
Karena itu, hanya kepada Allah Swt. penulis memohon semoga tulisan risalah teladan Nabi Muhammad saw. yang akan dibuat dalam beberapa bagian ini memberikan manfaat yang banyak dan pelajaran bagi kita semua serta menjadikan upaya ini sebagai amal saleh semata mengharap rida-Nya. Adapun selawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad saw. beserta keluarga, para sahabat, dan para pengikutnya yang beriman hingga hari kiamat. Amin.
Keadaan Dunia Sebelum Diutusnya Nabi Muhammad saw.
Semua orang tahu bahwa alam semesta ini adalah ciptaan Allah Swt.. Sebagaimana firman-Nya, yakni “Allah adalah pencipta segala sesuatu.” (QS Az-Zumar ayat 62). Dia adalah Rabb Yang Maha Esa, Yang Mahakuasa, Yang Maha Menghidupkan dan Yang Maha Mematikan kita, serta Yang Maha Memberi Rezeki kepada kita.
Seluruh makhluk adalah ciptaan-Nya, tunduk dan patuh kepada-Nya. Termasuk jin dan manusia. Dia menciptakan mereka agar hanya beribadah dan menyembah-Nya. Seperti dalam firman-Nya, yakni, “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku (menyembah-Ku).” (QS Az-Zariyat ayat 56). Sayangnya, cukup banyak manusia yang tidak mau menaati Allah Swt., tidak mau melaksanakan perintah-perintah-Nya, serta tidak juga mau meninggalkan larangan-larangan-Nya. Merekalah orang-orang jahiliah, yaitu orang-orang yang melaksanakan kebodohan.
Akan tetapi, jahiliah di sana bukan berarti mereka tidak bisa membaca dan menulis serta bukan pula berarti mereka tidak memiliki keahlian dan pengetahuan. Mereka bahkan sangat pandai bersyair dengan sangat indah dan saling berlomba untuk itu. Mereka juga pandai membuat seni pahat, seni ukir, dan masih banyak lagi keahlian serta keterampilan lainnya. Namun, karena mereka jauh dari ajaran Islam yang benar dan tidak mau melaksanakan syariat Allah dengan lurus, mereka pun disebut ahli jahiliah.
Begitulah keadaan zaman sebelum Nabi Muhammad saw. diutus oleh Allah Swt. sebagai rasul. Zaman tersebut terkenal dengan sebutan zaman jahiliah yang artinya zaman kebodohan. Ingatlah, mereka itu bodoh karena menyembah batu, kayu, patung, berhala, dan kuburan. Padahal itu semua tidak dapat memberikan manfaat kepada orang yang menyembahnya dan tidak pula dapat mendatangkan kemudaratan. Bahkan sesembahan selain Allah Swt. itu tidak berkuasa dan tidak pula bisa berbuat sesuatu, apalagi untuk menolong manusia. Jangankan untuk menolong orang lain, untuk menolong dirinya sendiri pun tidak mampu.
Karena itu, mereka tidak pantas untuk diibadahi dan disembah. Bahkan binatang pun tidak ada yang mau menyembahnya. Itu artinya, binatang lebih mulia dari manusia ahli jahiliah yang kafir dan musyrik. Ketahuilah bahwa tidak ada ilah yang patut diibadahi dan disembah dengan hak kecuali Allah Swt.. Dengan demikian, ingatlah bahwa kita jangan sekali-kali melakukan perbuatan syirik kepada Allah Swt. seperti orang-orang jahiliah tersebut. Termasuk juga berdoa dan meminta pertolongan kepada orang yang sudah mati sebab mereka juga adalah hamba-hamba Allah Swt. yang tidak bisa mendatangkan bahaya maupun memberikan manfaat.
Seperti yang Allah Swt. firmankan, yakni, “Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi mudarat kepadamu selain Allah sebab jika kamu berbuat yang demikian itu maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang zalim.” (QS Yunus ayat 106).***
